Ada Elemen Menolak Revitalisasi Banten Lama, Ini Kata WH

0
45

Serang – BR. Gubernur Banten menanggapi pernyataan itu yang dirasa sangat aneh bahkan tendensius untuk mendistorsi program-program gubernur. Dimana ada pribadi dan kelompok yang tidak berkenan dengan adanya penataan Banten Lama dan yang amat disesalkan adalah bahwa reaksi muncul ketika program ini sedang berjalan dilaksanakan bahkan tahapan pertama penataan halaman sudah diselesaikan

Sebelumnya  muncul pernyataan penolakan yang dilontarkan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten Mukoddas Syuhada di sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik.

“Aneh kalau ada yang protes penataan Banten Lama. Karena program ini sudah enam bulan berjalan dan bahkan tahap pertama penataan ini pun sudah diselesaikan. Saya merasa protes ini bersifat tendensius dan untuk terhadap mendistorsi program-program gubernur,” ujar Wahidin, Rabu (10/10/2018).

Karena Mukoddas sudah beberapa kali pula hadir dalam rapat bersama dengan Tim Penataan Kawasan Banten Lama dan saat rapat-rapat tersebut, Mukoddas tidak melakukan penolakan.

720 x 90 D Animated

“Saat itu saudara Firdaus Gozali dan Mukoddas Syuhada CS mendukung penataan kawasan Banten Lama. Begitu pula Balai Pelestarian Purbakala Serang (BP3S), kok aneh kalau sekarang tiba-tiba ada protes,” kata pria yang akrab disapa WH ini.

Gubernur mempertanyakan pihak-pihak yang mendebatkan status kepemilikan kawasan Banten Lama sebagai milik perorangan. Sebab berdasarkan catatan Pemprov Banten, tanah tersebut adalah tanah negara atau kesultanan.

“Katanya tanah kawasan Banten Lama milik pribadi dan sudah ada sertifikatnya, saya jadi bertanya apa mungkin tanah-tanah di wilayah kesultanan bisa dimiliki atas nama pribadi? Kok dalam pembahasan selama satu tahun ini, Pemprov Banten tak pernah menerima laporan, pengaduan atau klaim kepemilikan lahan itu,” katanya.

Lalu soal adanya proyek paving block di sekitar Masjid Banten Lama yang dipersoalkan adalah sebuah gugatan dan protes yang aneh. Sebab sebelum Pemprov, ada juga pihak yang melakukan pemasangan paving block.

“Tapi kenapa baru penataan Pemprov Banten saja yang diprotes. Mengapa ketika kawasan Banten Lama dikuasai para pedagang, tak ada yang protes. Waktu kanalnya jorok dan bau selama bertahun-tahun tidak ada yang protes, sekarang waktu ditata malah protes, kan aneh ini. Mereka yang menolak jelas gagal paham,” ujar mantan Wali Kota Tangerang ini

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here