Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak Meninggal Dunia

Husni Mubarak saat masih menjabat sebagai Presiden Mesir (Sumber Foto : AP).

Redaktur Internasional : Ahmad Mulyadi

BANTENREVIEW.COM, KAIRO — Mantan Presiden Mesir, Husni Mubarak meninggal dunia tadi malam, Selasa (25/2). Mantan orang nomor satu di negeri Firaun itu dinyatakan telah meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit militer di Kairo, Mesir.

Menurut laporan Russia Today (RT), Husni Mubarak meninggal dunia di usianya yang ke 91 tahun. Sebelumnya, mantan petinggi militer Mesir ini sempat mendekam di penjara selama beberapa tahun dikarenakan korupsi dan telah membunuh ratusan pengunjuk rasa yang menghendaki berakhirnya rezim diktator Husni Mubarak. Peristiwa tersebut merupakan salah satu rangkaian peristiwa demonstrasi bersejarah di dunia arab yang kemudian dikenal dengan sebutan Arab Spring : peristiwa demonstrasi besar-besaran untuk menggulingkan rezim-rezim diktator yang dimulai dari Tunisia pada akhir 2010 lalu saat memasuki musim semi di negara-negara Arab.

Demonstrasi di Mesir yang terjadi sejak awal 2011 lalu, akhirnya berhasil menggulingkan rezim otoriter Husni Mubarak yang berkuasa selama hampir tiga puluh tahun. Mesir pun akhirnya melaksanakan Pemilu pertama yang dilakukan secara langsung di mana Muhamad Mursi kemudian terpilih sebagai Presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis. Namun demikian, kekuatan Husni Mubarak belum sepenuhnya berakhir. Dengan backing dari kekuatan militer dan dukungan Amerika Serikat, Husni Mubarak berhasil menyutradarai naiknya Abdul Fatah Al Sisi yang juga berlatar belakang militer sebagai Presiden Mesir melalui sebuah kudeta militer yang memakan ribuan korban nyawa rakyat sipil. Berkat Abdul Fatah Al Sisi pulalah, akhirnya Husni Mubarak dilepaskan dari penjara dan dibebaskan dari segala tuntutan pada 2017 lalu.

Selama memimpin Mesir, Husni Mubarak identik dengan sebutan penguasa bertangan besi. Hal ini lantaran dia tidak segan-segan untuk menahan bahkan menghilangkan nyawa siapa pun lawan politiknya yang dianggap mengancam rezimnya. Hampir tidak ada kebebasan pers dan kebebasan berpendapat. Semua organisasi dan media massa dipantau secara ekstra ketat dan dibuat lemah. Selain itu, Husni Mubarak pun dikenal sebagai pemimpin rezim yang korupsi dan sering kali mengabaikan kesejahteraan rakyatnya, hingga akhirnya Mesir terseret ke dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here