Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Provinsi Banten

Pendidikan masih menjadi permasalahan yang harus di tangani dengan serius di provinsi Banten.

0
54
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Banten via gragepolitan.com

 

BR|BERITA UTAMA. Pendidikan menjadi prioritas kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan wakilnya Andika Hazrumi mengingat laporan sebelumnya bahwa provinsi Banten masih tertinggal di dalam bidang pendidikan.

Pada 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) ternyata mencatat rata-rata lama sekolah di Banten baru mencapai 8,37 tahun.

Rata-rata lama sekolah juga berbeda di tiap daerah. Tangerang Selatan di utara memiliki lama rata-rata sekolah 11,58 tahun. Sedangkan di bagian selatan di Lebak hanya 6,19 tahun, Pandeglang 6,62 tahun, dan Kabupaten Serang 6,98 tahun.

Di samping itu, temuan dari Pusat Telaah dan Informasi Regional Banten (Pattiro) menemukan, di Kabupaten Serang saja, tiga dari sepuluh siswa bertaruh nyawa karena sekolah rusak. Akibatnya, penggunaan ruang kelas dilakukan bergantian dan menjadikan belajar tidak kondusif.

Selain itu, sekolah yang buruk membuat motivasi belajar siswa dan guru berkurang. Hingga akhirnya para murid memutuskan meninggalkan sekolah akibat fasilitas dan kualitas pendidikan yang tak memadai.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada 48% sekolah di Banten yang rusak.

Masalah pendidikanlah yang kemudian jadi penyumbang lambatnya pembangunan di kawasan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi rendah akibat faktor rata-rata lama sekolah warga yang sebentar.

Perbedaan rendahnya angka rata-rata lama sekolah disebabkan faktor jarak tempuh. Di Kabupaten Pandeglang, untuk ke sekolah, siswa perlu menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer. Di Lebak, bahkan bisa sampai 25 kilometer. Inilah yang menjadikan Angka Partisipasi Murni (APM) setingkat SMA/SMK hanya mencapai 57,04%.

Di sisi lain, mayoritas angka pengangguran di Banten rupanya juga disumbang oleh lulusan pendidikan SMK. Mengacu pada BPS, pada Agustus 2017, dari total 5,6 juta angkatan kerja se-Banten, sebanyak 9,28% atau 520 ribu orang menganggur. Angka tersebut ternyata meningkat dari 499 ribu pengangguran pada periode Agustus 2016.

Bahkan dari data tersebut, angka pengangguran terbuka justru disumbangkan oleh daerah Kabupaten Serang mencapai 13% atau 82 ribu orang. Disusul Cilegon sebanyak 11,88% atau 22 ribu orang. Dua daerah tersebut padahal diisi aneka industri dari total 14 ribu lebih industri berdiri di Banten.

Melihat permasalahan ini perlu ada terobosan terkait masalah pendidikan. Masalah pengangguran dari lulusan pendidikan SMK bukan karena kurikulum yang salah. Namun ada masalah yang lebih makro yang terjadi pada persoalan pendidikan Banten.

Menjawab tantangan tersebut di atas pemprov Banten melalui dinas pendidikan dan kebudayaan telah melakukan berbagai upaya dewasa ini, di kutip dari halaman www.wahidinhalim.id berikut adalah upaya meningkatkan mutu dan pemberdayaan pendidikan di Provinsi Banten:

1 . Pembangunan 2.016 Ruang Kelas Baru/168 Unit Sekolah untuk jenjang SMA dan SMK untuk Meningkatkan APK dari 66 ke 80 , Setara Biaya 705 Miliar


2 . Pembangunan 1.563 Ruang Kelas Baru atau 130 Unit Sekolah untuk Jenjang SMP untuk Meningkatkan APK dari 79 ke 90 , Setara Biaya 550 Miliar


3 . Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Strata 1 bagi 343 Guru SMA dan 820 Guru SMK


4 . Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Strata 1 bagi 2900 Guru SMP


5 . Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Strata 1 bagi 7832 Guru SD


6 . Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pendidikan Strata 2 bagi 500 Guru SD , SMP , SMA , SMK


7. Pembangunan Sarana dan Prasarana untuk 1.000 PAUD dan TK ,


8 . Peningkatan Kesejahteraan Guru melalui Pemberian Insentif bagi 110.996 Guru dari TK , SD , SMP , SMA , SMK


9 . Pembangunan 1.000 Perpustakaan dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) , Setara Biaya 100M


10 . Peningkatan Prestasi Siswa Berbakat bagi 1.000 siswa SD , SMP , SMA dan
Sekolah Berkebutuhan Khusus .


11 . Peningkatan Fungsi Sekolah dalam Menanamkan Nilai-nilai Agama serta
Membentuk Karakter yang Berakhlaqul Karimah

Semoga segera terwujud Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah.(SR/DTK/WHID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here