Warga RI di Jepang Bantu Korban Banjir di Lebak

Perwakilan dari KMII Jepang, JMS Indonesia dan Mathla'ul Anwar bersama warga Lebak saat penyerahan bantuan sosial (Sumber Foto : Banten Review).

Redaktur Internasional : Ahmad Mulyadi

BANTENREVIEW.COM, LEBAK — Keluarga Masyarakat Islam Indonesia Jepang atau disingkat KMII Jepang, menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada korban bencana alam banjir di Kabupaten Lebak, Banten pada Minggu (7/3). Bantuan sosial ini diberikan dalam bentuk pelayanan kesehatan gratis, makanan, infrastruktur pendidikan dan sejumlah uang tunai.

Menurut perwakilan KMII Jepang, Ahmad Hermansyah, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial warga Indonesia di Jepang terhadap saudara-saudaranya di tanah air yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam. Program semacam ini, kata dia, sudah diprogram oleh KMII Jepang sehingga mereka selalu siap membantu dan turun langsung ke lapangan jika terjadi bencana alam di Indonesia. Bahkan untuk korban banjir bandang di Lebak ini, lanjut dia, pihaknya sebelumnya sudah pernah memberikan bantuan serupa pada bulan lalu. ”Uang tunai senilai Rp. 56.125.000 telah disalurkan untuk rehabilatasi bangunan sekolah, di antaranya Madrasah Ibtidaiyah Mathla’ul Anwar di Kampung Seupang, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak pada 9 Februari lalu. Selain itu, kami pun membantu membangun tiga unit kelas, lima puluh unit meja dan kursi, beberapa lemari, buku-buku serta fasilitas penunjang lainnya,” tutur Ahmad yang baru saja menuntaskan tugas mengajar di sebuah sekolah milik Republik Indonesia di Tokyo, Jepang.

Adapun pada Maret ini, KMII Jepang bersama-sama dengan JMS Indonesia menyalurkan bantuan dana untuk tujuh puluh kepala keluarga dengan masing-masing sebesar dua ratus ribu rupiah. Selain itu, mereka pun memberikan bantuan sembako serta pengobatan gratis. “Kami datang ke sini lengkap dengan tim medis atau dokter karena bantuan kesehatan juga sangat dibutuhkan oleh para korban bencana,’’ kata Yusuf, koordinator JMS Indonesia.

Sementara itu, bantuan berupa sembako juga disalurkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan para korban bencana banjir yang hingga hari ini masih belum pulih situasinya. “Banyak para korban bencana banjir yang kehilangan ternak, ladang dan mata pencahariannya karena banjir yang cukup besar ini. Sehingga, jika ada yang memberikan bantuan berupa sembako pun tetap diterima,’’ ungkap Hafidz, koordinator dari Yayasan Mathla’ul Anwar Cabang Lebak.

Bencana banjir bandang di Lebak, terjadi berbarengan dengan bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun lalu. Namun bencana banjir di Lebak tergolong lebih besar serta menimbulkan kerugian materi lebih besar ketimbang dengan yang terjadi di Jakarta. Hal itu lantaran banjir di Lebak merupakan jenis banjir dengan arus yang cukup kencang sehingga disebut banjir bandang. Penyebab banjir bandang ini menurut sebagian pakar di antaranya adalah kerusakan alam yang terjadi di kawasan konservasi Gunung Halimun-Salak yang berlokasi tidak jauh dari kawasan Sajira, Lebak, yaitu di perbatasan antara Provinsi Banten dan Jawa Barat. Menurut sejumlah pakar, bencana alam banjir bandang di Lebak ini menimbulkan kerugian materi sekitar 85 miliar rupiah dan pemulihannya membutuhkan waktu setidaknya sekitar satu tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here